Holaa...sudah lama sekali sepertinya tidak nulis di blog. sekarang mau nulis tentang pendampingan kami di hutan rakyat. maafkan mungkin ini lingkupnya tertentu. saya tulis disini karena ada sesuatu yg sedang trouble di web kantor. saya tulis disini biar tidak lupa saja, dann...saya bebas dengan gaya bahasa saya karena yah...ini kan blog saya. hihi....semoga juga kalo ada yang nyari-nyari info tentang hutan rakyat dll nya bisa kecantol lewat sini. cuslah..
oya, kelompok hutan rakyat atau yang biasanya disebut Forest Management Unit (FMU) Enggal Mulyo ini terletak di Desa Mrayan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Hutan rakyat dengan luas 620 ha ini telah lulus sertifikasi SVLK dan FSC loh... yang terkini adalah sertifikat FSC yang diraih Oktober 2015 lalu. dan saat ini sedang mencari perusahaan yang bisa bekerjasama dengan kelompok ini (please lah hubungi kami kalo ada yang mau kayu Sengon, Pinus, Mahoni). hahaa...
tentang jatah tebang tahunan dan harga kayunya, bisa hubungi saya ya. :D
Jumat, 18 Maret 2016
Selasa, 02 Februari 2016
| Fotonya apalah, aku tak ada ;( |
Beberapa minggu yang lalu, kami melaksanakan peatihan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) yang diselenggarakan di Merapi Merbabu Hotel, Yogyakarta. Yogya memang kota dengan sejumlah destinasi wisata yang menarik, kuliner yang sangat buanyak, dan warganya yang ramah-ramah. saya pun merasakan tinggal di kota ini selama 4 tahun ketika kuliah, dan nemu jodoh juga disana.. hee..
Cus lah langsung ke reviewnya, semoga bermanfaat buat temen-temen yang mau merencanakan liburan ke Yogya. Apalagi minggu depan kan long weekend ya, kali aja bisa dijadikan masukan.
| Lemari pakaian yang cukup besar |
| Meja kerja |
Rabu, 23 Desember 2015
![]() |
| Naura 21 bulan |
Alhamdulillah Bulan Desember ini Naura sudah 21 bulan. dan...sudah berani maen sendiri ke rumah tetangga tanpa ada yang menemani. duh,,, *kunci rapet2 pintu rumah
1. Hafal doa sebelum tidur, doa sebelum makan.
2. Makin hafal lagu-lagu anak-anak.
dari mulai tik tik bunyi hujan, bintang kecil, selamat ulang tahun, kereta api, lagu huruf hijaiyah, de el el. lucunya, kalo dia lagi tantrum dan nangis, dia nangis sambil nyanyi. hee.. jadi geli-geli gimana gitu :)
3. berani jalan sendiri di kolam renang
Bulan lalu saat pertama kali kami mengajak dia berenang di kolam renang, dia masih takut-takut. selang hampir satu jam saya membujuknya, dia berani di air dan masih saya pegang dan ketika mau selesai, dia tidak mau diajak berhenti. harus membujuk dengan berbagai cara -___-. e e minggu lalu saya mengajaknya ke kolam renang lagi, dia langsung cus berani jalan sendiri di kolam renang DAN TIDAK MAU DIPEGANGI. saya nya yang deg deg ser takut dia jatuh :(. dan sudah berani nunjuk-nunjuk prosotan dan dia berani prosotan tanpa mau dipegangi. haduh,,, ;( ga bisa ngebayangi deh kalo mau berenang berdua Naura tanpa ada ayah. bisa-bisa saya nangis sendirian nuruti anak saya. *lebay.
4. senang bernyanyi dan berjoget
kalau lagu-lagu sih memang saya yang memperkenalkan. tapi begitu dia lihat video lagu gitu, semua gaya penyanyinya dia tiru. yah, mungkin karena fasenya sekarang dia banyak meniru kali ya. tapiii...lucu banget lah gaya dia joget-joget gitu.
5. Hafal huruf hijaiyah
meski karena lagu hijaiyah, alhamdulillah Naura sudah makin hafal.
6. Hafal berhitung 1-10.
kalo dulu seringnya 7,8, atau 1,2,3,4 alhamdulillah sekarang sudah hafal 1-10.
7. Belum mau sikat gigi.
Duh, ini PR banget ya buat saya. dari berbagai macam merk sikat dan pasta gigi, dia pasti nangis dan selalu mingkem kalo saya suruh sikat gigi. gimana ya caranya biar dia mau sikat gigi? ada yang punya saran kah?
Sekian dulu posting tentang anak, nanti kalau inget lagi bisa ditambahin deh. hee...
Pada 2 dan 3 Desember 2015, Lembaga PERSEPSI berkesempatan melakukan Training Of Trainer penyusunan bisnis plan utamanya bagi pendamping agar mampu menyusun rencana bisnis yang nyata dan mudah untuk dilakukan khususnya bagi petani hutan rakyat/pengrajin dampingan PERSEPSI. training ini difasilitasi oleh Apikri Yogyakarta, dan didukung oleh LEI (Lembaga Ekolabel Indonesia) dan Uni Eropa.
Untuk materi awal, kita diminta untuk menyampaikan harapan mengikuti training ini. dari banyak harapan, didapat point utama sebagai berikut ;
1. revolusi mental dari diri sendiri
2. mampu menyusun rencana bisnis sederhana.
Banyak banget motivasi yang kita dapat, utamanya dari Trainer. dan yang pasti harus mulai memikirkan dengan matang usaha-usaha apa yang bisa dilakukan oleh kelompok dampingan kita.
Oya, di lembaga kami ada 2 fokus utama pendampingan, yaitu PP-UKM (Pemberdayaan Perempuan dan Usaha Kecil Mikro), serta PKLH (Pertanian,Kehutanan dan Lingkungan Hidup). untuk yang saat ini digeluti di bidang PP-UKM adalah pendampingan pada kelompok tenun dengan menggunakan ATBM (Alat tenun bukan mesin) dan mendorong penggunaan pewarna alami. dengan menggunakan pewarna alami, akan lebih sehat dan berkualitas bagus. akan tetapi ada kekurangannya juga, karena menggunakan pewarna alami prosesnya akan lebih lama dan biaya untuk produksinya juga lebih tinggi. belum lagi pengrajin banyak yang sudah usia lanjut, karena sebagian besar usia produktif lebih memilih merantau di luar daerah.
sedangkan untuk pendampingan bidang PKLH, kita lebih banyak mendampingi untuk sertifikasi hutan rakyat, tapi yang selain itu juga banyak. Nah ini nih PR besar kita. Menyambungkan industri dengan kelompok hutan rakyat yang sudah tersertifikasi. sebuah keniscayaan yang kalau diceritakan bisa jadi 1 postingan sendiri. hee... (besok deh dibuat postingan tentang ini).
Setelah 2 hari kita mendapakan materi, kita langsung diminta untuk mengaplikasikan rencana bisnis pada kelompok dampingan kita. Kalau yang tenun sih, mungkin relatif lebih mudah dibanding usaha kayu mungkin ya. bisa dibawa kesana kemari untuk dipasarkan, bisa dibawa ke teman/saudara/pameran. tapi kalau kayu log? hmmm...bingung juga mau memasarkannya seperti apa. karena kalau sudah ketemu dengan industri,,persyaratannya banyak banget. jadi kita memutuskan untuk merintis usaha dengan mendirikan TPT (Tempat Penampungan Terdaftar) pada kelompok dampingan kita. harapannya, setelah ada TPT, kelompok mampu melakukan jual beli kayu rakyat yang telah bersertifikasi pada industri yang membutuhkan dan mengelolaanya dengan baik agar masyarakat mendapatkan dampak dari sertifikasi hutan rakyat.
Ini menurut pandangan kami, bagaimana dengan kalian? share yuk di kolom komentar :)
Rabu, 04 November 2015
![]() | |
| Naura, |
Mau cerita sedikit tentang perkembangannya. contohnya bicaranya ya, bisa bilang :
1. Naik (sebelumnya "anek)
2. Bu-da (sebelumnya cuma -da)
yang lainnya banyak, tapi itu yang saya paling senang. secara, dia bisa manggil ibunya :) ada juga tambah jelas ; kakung, uti, dll
dan banyak hal lain yang dia tambah pinter aja. heee... sekarang ini kalo dia ketemu adek bayi dia selalu ingin cium-ciumin adek itu. sepertinya dia suka anak kecil dibawah umur dia ya.
ini beberapa foto dia main.
Sekian dulu postingan tentang perkembangan anak. masih harus banyak belajar menulis di blog :)
![]() | |
| Buka Al Quran, bilangnya "wawanana" sambil serius :) |
Selasa, 27 Oktober 2015
Pagi hari yang cerah pada 12 Oktober 2015, kami rombongan kantor sekitar 5 orang melakukan kunjungann sekaligus pendampingan pada kelompok tani hutan rakyat di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Biasanya waktu tempuh wonogiri-lumajang hampir 12 jam! tapi berhubung penutupan tambang pasir di Kecamatan Pasirian, truk pasir yang biasa lalu lalang jalan propinsi berkurang deh. jadi kami tiba di Lumajang hanya membutuhkan waktu 10 jam. *tetep pegel ya..
malam hari kami langsung mengdakan pertemuan dengan kelompok tani membahas persiapan pemetaan lahan dengan menggunakan GPS. hari pun berlalu...
sampai hari Rabu saya melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Malang untuk melakukan studi penjajagan calon dampingan baru. setelah kunjungan pada hutan rakyat dan indutri, ada teman yang meminta untuk mampir di Masjid Tiban Turen. ada juga yang menyebut Masjid ajaib, masjid seribu pintu, dll. dan setelah kami sampai di masjid tersebut, ternyataa. O__O guedeeee banget!!masjid ini menjadi satu dengan pondok pesantren putra putri, dan juga rumah pemiliknya. masjid ini juga menjadi kunjungan wisata oleh beberapa wisatawan lokal dan luar kota. ini nih beberapa foto-foto kami di Masjid Turen ini.
malam hari kami langsung mengdakan pertemuan dengan kelompok tani membahas persiapan pemetaan lahan dengan menggunakan GPS. hari pun berlalu...
sampai hari Rabu saya melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Malang untuk melakukan studi penjajagan calon dampingan baru. setelah kunjungan pada hutan rakyat dan indutri, ada teman yang meminta untuk mampir di Masjid Tiban Turen. ada juga yang menyebut Masjid ajaib, masjid seribu pintu, dll. dan setelah kami sampai di masjid tersebut, ternyataa. O__O guedeeee banget!!masjid ini menjadi satu dengan pondok pesantren putra putri, dan juga rumah pemiliknya. masjid ini juga menjadi kunjungan wisata oleh beberapa wisatawan lokal dan luar kota. ini nih beberapa foto-foto kami di Masjid Turen ini.
| narsis sebentar di jalan masuk masjid |
| Add caption |
| teman-teman saya, di jalan masuk masjid |
| tampak luar |
| halaman parkir. gde banget ya pagarnya, kami jadi kelihatan kecil.hee |
Rabu, 30 September 2015
![]() |
| Naura dan perlaknya... |
Taraa.... (halah)
Ingin nulis postingan coba-coba lagi. kali ini saya ingin berbagi tips buat ibu-ibu yang ingin mengajarkan anaknya agar tidak mengompol. atau bahasa kerennya sih toilet training. sekedar berbagi saja nih ya, karena sepupu Naura yang sudah TK saja kalo bobok masih mengompol. bukan berarti membandingkan, hanya saja mencoba melatih anak sedini mungkin untuk tidak megompol.
Alhamdulillah Naura yang sekarang 18 bulan sudah tidak menggunakan pospak lagi kalau tidur. apalagi kalau aktifitas biasa, tinggal bilang "pipis" atau "ee". saya tapi masih sedia pospak untuk bepergian jarak jauh. karena ya,,, kalau Naura pengen pipis, pastilah dia bilang,,tapi kan,,,belum tentu ya langsung bisa cus ke pom bensin/masjid gitu. jadi ya udah ketika perjalanan dan Naura pengen pipis, saya jawab " kan pake pampers :)"
kenapa jadi nglantur??mana tipsnya??
oke gini. Naura, dari umur 1 bulan sudah diajarin "tatur" sama utinya. 1 bulan??? iya, karena setelah 1 bulan saya mengalami baby blues di perantauan, saya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman. meskipun masih unyu-unyu gitu, setiap 1 / 2 jam sekali ditatur sama utinya. alo malem sediakan ember khusus buat pipis, jadi kalau terjaga dan sepertinya sudah lama belum pipis ya ditatur aja.kayaknya kasian gitu ya anak bayi yi yang masih dibedong koq sudah diajari toilet training... tapi,,,,ternyata lama kelamaan Naura terbiasa loh...




